Kamis, 22 Maret 2012

Kisah seorang co-ass

Sore itu aku menghadiri talk show di kampus dengan tema "adventure with co-ass". Dari talk show itu kudapati banyak pengalaman yang menarik yang menjadi alasan utamaku tergerak rela kembali menuruni anak tangga dari lantai 4 asrama tempat aku tinggal.
Walaupun salah seorang kakakku juga merupakan co-ass di salah satu rumah sakit di daerah Cianjur, aku masih tetap interest dengan talk show. Selain karena kakak laki-lakiku yang jarang mengobrol denganku, kesibukan masing-masing kami menjadi penghalangku untuk mendapat pengalaman yang mungkin nantinya akan kualami juga. Ya, aku pun salah seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas swasta di Jakarta.
Talkshow yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi di kampusku itu sempat menyita perhatianku ketika muncul pertanyaan dari salah seorang audien yang berada di baris pertama tempat duduk yang disediakan. pertanyaannya berbunyi "Kak, selama jadi co-ass sempat ada pengalaman horor ga? boleh donk cerita."
Setelah pertanyaan itu terlontar, muncul suara gemuruh dari kebanyakan audien karena interest mereka pada pertanyaan itu termasuk aku ini.

Kepada dua pembicara yang merupakan co-ass mulai angkat bicara. Narasumber pertama adalah co-ass laki-laki yang hendak menceritakan pengalamannya ketika berjaga di stase penyakit dalam. Kabarnya di rumah sakit tempat ia jaga memiliki satu bangsal yang memiliki beberapa kejadian aneh non logik. Dan dari berita yang berhembus, bangsal itu dulunya pernah beberapa kali berpenghuni pasien yang akhirnya tak kuat melawan penyakitnya dan menghembuskan napas terakhir. Kala itu Kakak narasumber sedang ada jaga malam. Ia bertugas untuk  mengontrol salah seorang pasien di salah satu bangsal yang menurutnya aneh itu. seperti biasa ia maupun rekan sesama co-ass membawa berkas-berkas rekam medis pasien. Namun ia lupa membawa barang yang juga penting, aku lupa barang apa yang ketika itu disebutkan. Ia pun mengambil barang itu dengan meletakkan berkas-berkas rekam medis di meja samping ranjang pasien di bangsal itu. Sekembalinya ia dari ruang co-ass tempat di mana barang penting itu diletakkan, tampak di bangsal itu bertebaran semua berkas-berkas rekam medis yang dibawanya. Memang kejadian aneh, hanya ditinggal tidak lebih dari 5 menit kertas-kertas yang tersusun rapi menjadi keadaan bangsal sudah banyak berserakan kertas. Keadaan itu ditambah mengherankan ketika tahu bahwa pasien sedang tertidur pulas ditambah lagi meja tempat meletakkan berkas itu jauh dari jendela yang sudah tertutup pula. Kakak co-ass itu segera membereskan berkas yang berantakan dan mengecek ternyata tak ada yang hilang. Jelas sekali ini murni keanehan bukan kejahatan pencurian rekam medis pasien. "Alhamdulillah saya ini co-ass laki-laki, kalau perempuan bisa saja pingsan karena kejadian ini."
Pagi harinya kakak narasumber tersebut membaca koran terbitan daerah tempat rumah sakit itu berdiri. Salah satu halamannya memberitakan foto yang diambil oleh seseorang di bangsal aneh itu dan tampak sesuatu besar hitam di dekat dinding bangsal yang didapati beberapa kejadian aneh orang orang rumah sakit.

Kisah seperti itu sering aku dengar karena memang jin banyak dan suka mendiami rumah sakit, asrama, kamar mandi, dan tempat-tempat yang jarang didiami manusia.

penulis : Aisyah Nurul Sarah

Selasa, 06 Maret 2012

Siapa Bilang??

Melihat fashion, melihat juga wanita. Menilik juga zaman sekarang wanita banyak yang cantik lagi berlomba-lomba menampilkan busana minim. Sampai ada perkataan yang muncul kalau 'gak minim, gak oke'. hemm, belum tahu dia.
Siapa bilang pakai baju menutup aurat itu kuno, kolot, atau sejenisnya?? Padahal kalau ditinjau zaman purba manusianya tidak mengenal busana alias telanjang bulat. Nah, berarti semakin maju zamannya, semakin modern juga dong pemikirannya. Yang pasti busana dari awalnya telanjang bulat, mulai memakai pakaian dengan bahan ulat, hingga pastinya semakin modern harus menutup aurat.
Melihat kebiasaan merokok, melihat juga fenomena pria zaman sekarang. Katanya kalau 'gak ngerokok, gak jantan'. Hemm, padahal dari bungkus rokok sudah banyak peringatan. Namun, itu hanya segelintir bahaya merokok. Yang bertolak belakang dari anggapan mereka bahwa merokok itu jantan adalah rokok itu justru mengurangi kejantanan. Kenapa???
Tak hanya disfungsi ereksi atau impotensi, rokok ternyata juga dapat memperpendek ukuran penis.
Temuan ini berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti dari Boston University School of Medicine terhadap 200 partisipan pria perokok. Dari hasil penelitian, rata-rata perokok mengalami pemendekan penis sebesar 1 cm. Menurut Dr Salimpour, pengaruh negatif rokok pada penis sama halnya dengan pengaruh rokok pada hati. Ini merupakan kerusakan pembuluh darah, yang membuat aliran darah terhambat. Pada dasarnya ini merupakan efek elastin, yaitu protein jaringan ikat yang elastis dan memungkinkan jaringan dalam tubuh untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan atau kontraksi. Dalam hal ini, elastin mempengaruhi kemampuan ereksi penis.
Dr Salimpour menjelaskan, elastin seperti karet yang bisa meregang. Inilah yang terjadi pada penis sebagai akibat adanya peningkatan aliran darah.
Merokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan hal tersebut, sehingga bisa mempengaruhi ukuran penis dan kemampuan ereksi. Tapi peneliti belum bisa menentukan berapa banyak rokok yang bisa merusak elastin dan memperpendek ukuran penis.
Pemusik sangat menganggap penting alat musik yang dimilikinya. Bagi mereka "tanpa musik hidup terasa tak bergairah". Siapa bilang musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan. Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan Austria bahwa hasil riset tidak menemukan bukti signifikan kalau mendengarkan musik Mozart memberi pengaruh pada kemampuan kognitif seseorang.Dalam studi paling mutakhir itu, para peneliti di University of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subyek. Kesimpulan mereka adalah tidak ada riset yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.
Secara khusus, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak di antara pendengar musik Mozart.  Para peneliti melaporkan bahwa mereka tak dapat mengonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart.
“Saya menyarankan mendengarkan musik Mozart kepada setiap orang, tetapi ini tak memenuhi harapan akan peningkatan kemampuan kognitif,” kata penulis studi itu, Jakob Pietschnig, ahli ilmu jiwa di University of Vienna.
Tim peneliti dari Universitas Vienna meneliti ulang 3 ribu kasus dari 40 studi internasional yang menyimpulan tidak ada bukti efek dari Mozart.
“Siapapun yang mendengarkan musik baik Mozart, Bach tidak lebih baik dari grup yang tidak. Tetapi kami mengetahui bahwa orang akan memiliki performa yang baik jika mereka memperoleh stimulus,” ujar peneliti utama Jakob Pietsching.
Riset tidak mengatakan musik tidak berdampak pada pengembangan otak, namun pendengar pasif tidak memiliki keuntungan yang masuk di akal seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Sementara studi lainnya menyarankan bahwa proses kreatif, analitis dan aktivitas fisik terlibat dalam pembelajaran yang mampu mempengaruhi fungsi kognitif dan otak.
Satu studi longitudinal menemukan bahwa anak-anak yang menerima rangsangan musik tidak selalu akan memiliki kemampuan bermusik, juga kemampuan lain termasuk tata bahasa atau logika matematika.
Studi tersebut memeriksa rangsangan dan pelatihan musik dan analisis terbaru memberikan kesimpulan bahwa tidak ada keuntungan kognitif yang ditawarkan.
penulis : Aisyah Nurul Sarah

Jumat, 02 Maret 2012

Mereka di Sekeliling Kita

Belum genap sebulan aku mendiami asrama ini. Tak sedikit cerita tak masuk akal yang kudengar dari penghuni lamanya. Aku hanya mendengar dan mengiyakan bahwa makhluk gaib itu memang ada seperti jin, syetan, iblis, atau malaikat. dan yang wajib diimani adalah malaikat. Cerita yang kudengar itu datang dari teman, kakak tingkat, security, sampai penjaga laboratorium. Yang paling banyak dari penjaga lab. Ya, asrama ini tiga per empatnya dihuni oleh mahasiswi kedokteran jadi wajar terdapat laboratorium terutama lab yang menyimpan cadaver untuk praktikum diseksi anatomi. Jenazah senilai jutaan itu dibeli oleh kampusku dari rumah sakit karena tidak dikenal dan tidak ada keluarga yang menjemput, selain itu ada pula jenazah yang memang sudah menandatangani akan kerelaan menjadi cadaver setelah meninggal. Biasanya orang yang sebelumnya melakukan hitam di atas putih itu adalah orang yang sangat peduli dengan dunia pendidikan.

Kisah penjaga lab yang menjadikan lab sebagai tempat tinggalnya itu kerap kali menceritakan pengalaman tak masuk akalnya. Ia sering mendengar suara-suara aneh di kala malam dari arah ruang lab yang nyatanya hanya ia sendiri yang mendiami lab tersebut dalam keadaan tak bersuara dan tak ada manusia yang melewati lab berbau formalin, obat, dan bahan kimia lain itu. Peristiwa-peristiwa itu datang dengan ditandai suhu dingin dan merinding bahkan sinyal handphone yang agak buruk seketika. Suasana itu disinyalir datang makhluk halus yang mendekati dan mengganggu kita. Makhluk halus yang memiliki suhu jauh lebih rendah dari suhu tubuh manusia normal menyebabkan tubuh manusia yang didekati seperti dihembus udara dingin dan merinding. Tak hanya itu, teknologi canggih sekarang sudah dapat digunakan untuk mendeteksi makhluk halus itu, kabarnya teknologi itu menangkap gelombang yang dimiliki oleh makhluk halus, kemungkinan karena itulah terkadang kedatangan makhluk tersebut yang menjadikan sinyal handphone memburuk.

Pernah pada suatu malam seusai penjaga lab mempersiapkan ujian praktikum yang akan dilaksanakan esok harinya, kembali mengalami peristiwa aneh. Ia yang sendiri di ruang lab terkejut karena sound system yang dalam keadaan off yang telah disiapkan sebagai pengeras suara dokter pengajar esok tiba-tiba nyala dan mengeluarkan suara seperti orang berbisik dengan microfon. Ia kembali merinding, suasana menjadi mencekam ditambah dengan ruang lab yang ber-AC dan bau bahan kimia seperti alkohol dan lain-lain. Ia sadar makhluk itu sedang berada di sekelilingnya, namun ia hanya membiarkan saja dan tetap bermalam di ruang staf yang ada di lab itu. Keesokan pagi sebelum ada orang lain yang memasuki lab, ia kembali mengecek perlengkapan ujian. Bahan praktikum tetap pada tempatnya, mikroskop masih di meja baris pertama seperti keadaan sebelum peristiwa malam tadi, dan AC ruangan lab masih dalam keadaan hidup. Namun, kejanggalan sedikit menjadikan suatu bukti bahwa peristiwa semalam memang benar terjadi, microfon tidak pada tempatnya, barang itu sudah berada di lantai. Aku yang diceritakan tak sedikit pun merasakan takut, karena memang bukan aku yang mengalaminya. Tapi aku memang mengiyakan bahwa makhluk gaib itu ada. Itu baru salah satu kisah dari sang penjaga lab.

Ada lagi dari lantai 5 bangunan asrama ini, aku yang mendiami kamar di lantai 4 mendengar suara mahasiswi ekonomi yang tinggal di lantai 5 sedang gaduh mengerumuni temannya yang jatuh seusai melaksanakan shalat maghrib. Mereka tak lagi mengenal temannya yang jatuh itu karena menunjukkan ekspresi marah dan teriak-teriak dengan suara seperti dibuat-buat. Suaranya menjadi sangar dan jauh dari jati diri ia yang kalem. Ya, mahasiswi itu tengah kerasukan makhluk halus. Teriakannya tak jelas. Security asrama dan penjaga kantin menyerah untuk menanganinya dan pasrah hingga bapak asrama datang. Bapak asrama yang merupakan pendidik agama sepertinya dapat menangani. Aku tak tahu kabar selanjutnya karena tak berani lebih mendekat, pasalnya makhluk halus itu dapat berpindah tempat.

Sekitar tahun 2009 di asrama yang dibangun di tanah bekas hutan jati ini sempat banyak mengundang perhatian publik, pasalnya salah seorang mahasiswinya pernah ditemukan tewas gantung diri di lantai paling atas. Tempat tertinggi asrama itu biasa digunakan mahasiswi untuk belajar atau makan-makan saat ada pesta. Kini tempat itu tak pernah dibuka, dan tetap menjadi bahan perbincangan mahasiswi. Mahasiswi kedokteran memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena stres ditinggal kekasihnya yang berada di luar daerah. Dan hingga kini kamar milik mahasiswi itu tertanda tirai merah dan tak pernah dilepas walaupun untuk dicuci. ada-ada saja. Hal-hal yang tak masuk akal seperti itu banyak dilakukan orang-orang dengan harapan tak diganggu makhluk halus. Padahal tanpa ada ritual-ritual tersebut makhluk gaib memang berada di sekeliling kita. Namun, anggapan itu hanya berasal dari  hal yang tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Selama aku di asrama aku banyak dipesani orang tua agar tetap berdzikir agar tak diganggu makhluk halus. Tapi tetap saja mereka berada di sekeliling kita, aku pun pernah dua kali mengalami peristiwa aneh di asrama yang baru kutinggali selama 2 minggu. Waktu itu masih Shubuh sekitar pukul 03:40, aku lupa membaca doa sebelum memasuki kamar mandi. Ketika berwudhu aku membuka keran maksimal, namun aku mendengar terdapat keran terbuka selain dari keranku. Suara itu terdengar amat jelas menimpali suara keranku yang laju airnya tetap sama seperti pada awal aku buka. Aku tak melanjutkan berwudhu, aku penasaran siapa orang yang sudah memasuki kamar mandi setelah aku. Kulihat keenam bilik toilet yang ada, namun hasilnya tak ada orang yang bersamaku di kamar mandi. Namun, aku yakin ada bunyi keran lain yang menimpali bunyi keran yang aku buka. Aku sedikit merasakan hawa dingin di kamar mandi, tetapi kuberanikan diri untuk melanjutkan berwudhu.

Berselang satu hari, aku mengalami hal aneh lagi. Dengan waktu yang sama, menjelang adzan Shubuh. Sebelum aku berwudhu aku buang air kecil di bilik kedua kamar mandi. Kamar mandi asrama dibuat per bilik agar mencukupi kebutuhan mahasiswinya yang cukup banyak. Sebelum aku memasuki bilik kedua, aku mendengar suara seperti orang sedang menyiram kloset dengan beberapa air dari gayung dari bilik pertama yang kulewati. Anehnya, pintu bilik pertama itu hanya tertutup setengah, jarang-jarang ada orang yang mengunakan bilik dengan pintu tak terkunci. Aku melongok sedikit ke pintu yang sedikit terbuka itu, namun tak ada kaki orang yang seharusnya dalam keadaan jongkok di kloset pada bilik pertama. Aku merasakan bulu kudukku berdiri seketika. Namun, aku beranikan diri untuk mendorong pintu bilik pertama agar terbuka maksimal, dan ternyata hanya aku lah yang sedang menggunakan kamar mandi pada waktu itu. Ya, aku sendirian. Setelah aku buang air kecil diliputi hawa dingin, aku berwudhu untuk shalat Shubuh. Ternyata aku ingat kala itu aku belum berdoa sebelum memasuki kamar mandi. Selalu permasalahan awal hal-hal itu karena aku lupa berdoa..

penulis : Aisyah Nurul Sarah

Kamis, 01 Maret 2012

ILMU BIOLOGIPembungkusan Tulang oleh Otot
Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Al Qur’an, 23:14)
Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.
Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.
Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)
Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern
ILMU ASTRONOMI
Garis Edar
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa “dipenuhi lintasan dan garis edar” sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur’an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur’an adalah firman Allah.
Atap Yang Terpelihara
Dalam Al Qur’an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.” (Al Qur’an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, – seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius – tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur’an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
ILMU FISIKA
Rahasia Besi
Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:
“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)
Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.
Penciptaan Yang Berpasang-pasangan
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Al Qur’an, 36:36)
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
ILMU GEOGRAFI
Kadar Hujan
Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al Qur’an, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.
Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.
Pembentukan Hujan
Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.
Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)
TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.
TAHAP KE-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.
TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)
Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)
Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
Lapisan-Lapisan Atmosfer
Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (Al Qur’an, 41:11-12)
Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.
Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:
Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)
Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer
Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
1. Melindungi bumi dari benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi karena terkena gaya gravitasi bumi.
2. Melindungi bumi dari radiasi ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup dengan lapisan ozon.
3. Mengandung gas-gas yang dibutuhkan manusia, hewan dan tumbuhan untuk bernafas dan untuk keperluan lainnya seperti oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan lain sebagainya.
4. Media cuaca yang mempengaruhi awan, angin, salju, hujan, badai, topan, dan lain-lain.
Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.