Sore itu aku menghadiri talk show di kampus dengan tema "adventure with co-ass". Dari talk show itu kudapati banyak pengalaman yang menarik yang menjadi alasan utamaku tergerak rela kembali menuruni anak tangga dari lantai 4 asrama tempat aku tinggal.
Walaupun salah seorang kakakku juga merupakan co-ass di salah satu rumah sakit di daerah Cianjur, aku masih tetap interest dengan talk show. Selain karena kakak laki-lakiku yang jarang mengobrol denganku, kesibukan masing-masing kami menjadi penghalangku untuk mendapat pengalaman yang mungkin nantinya akan kualami juga. Ya, aku pun salah seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas swasta di Jakarta.
Talkshow yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi di kampusku itu sempat menyita perhatianku ketika muncul pertanyaan dari salah seorang audien yang berada di baris pertama tempat duduk yang disediakan. pertanyaannya berbunyi "Kak, selama jadi co-ass sempat ada pengalaman horor ga? boleh donk cerita."
Setelah pertanyaan itu terlontar, muncul suara gemuruh dari kebanyakan audien karena interest mereka pada pertanyaan itu termasuk aku ini.
Kepada dua pembicara yang merupakan co-ass mulai angkat bicara. Narasumber pertama adalah co-ass laki-laki yang hendak menceritakan pengalamannya ketika berjaga di stase penyakit dalam. Kabarnya di rumah sakit tempat ia jaga memiliki satu bangsal yang memiliki beberapa kejadian aneh non logik. Dan dari berita yang berhembus, bangsal itu dulunya pernah beberapa kali berpenghuni pasien yang akhirnya tak kuat melawan penyakitnya dan menghembuskan napas terakhir. Kala itu Kakak narasumber sedang ada jaga malam. Ia bertugas untuk mengontrol salah seorang pasien di salah satu bangsal yang menurutnya aneh itu. seperti biasa ia maupun rekan sesama co-ass membawa berkas-berkas rekam medis pasien. Namun ia lupa membawa barang yang juga penting, aku lupa barang apa yang ketika itu disebutkan. Ia pun mengambil barang itu dengan meletakkan berkas-berkas rekam medis di meja samping ranjang pasien di bangsal itu. Sekembalinya ia dari ruang co-ass tempat di mana barang penting itu diletakkan, tampak di bangsal itu bertebaran semua berkas-berkas rekam medis yang dibawanya. Memang kejadian aneh, hanya ditinggal tidak lebih dari 5 menit kertas-kertas yang tersusun rapi menjadi keadaan bangsal sudah banyak berserakan kertas. Keadaan itu ditambah mengherankan ketika tahu bahwa pasien sedang tertidur pulas ditambah lagi meja tempat meletakkan berkas itu jauh dari jendela yang sudah tertutup pula. Kakak co-ass itu segera membereskan berkas yang berantakan dan mengecek ternyata tak ada yang hilang. Jelas sekali ini murni keanehan bukan kejahatan pencurian rekam medis pasien. "Alhamdulillah saya ini co-ass laki-laki, kalau perempuan bisa saja pingsan karena kejadian ini."
Pagi harinya kakak narasumber tersebut membaca koran terbitan daerah tempat rumah sakit itu berdiri. Salah satu halamannya memberitakan foto yang diambil oleh seseorang di bangsal aneh itu dan tampak sesuatu besar hitam di dekat dinding bangsal yang didapati beberapa kejadian aneh orang orang rumah sakit.
Pagi harinya kakak narasumber tersebut membaca koran terbitan daerah tempat rumah sakit itu berdiri. Salah satu halamannya memberitakan foto yang diambil oleh seseorang di bangsal aneh itu dan tampak sesuatu besar hitam di dekat dinding bangsal yang didapati beberapa kejadian aneh orang orang rumah sakit.
Kisah seperti itu sering aku dengar karena memang jin banyak dan suka mendiami rumah sakit, asrama, kamar mandi, dan tempat-tempat yang jarang didiami manusia.
penulis : Aisyah Nurul Sarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar