Sesosok Wanita yang Dipanggil "Ibu"
Malam
hari aku membuat tulisan ini aku sedang merindukan sesosok wanita yang penuh
pengorbanan mengeluarkanku dari uterus 18 tahun lebih 8 bulan yang lampau.
Kalau aku ingat apa yang dilakukannya demi aku, tak kusadari air mata mengalir
melewati pipiku. Aku takut sekali untuk kehilangan seorang wanita tangguh yang
amat berbeda dari kebanyakan ibu-ibu di dunia ini. Dengan mengingatnya saja aku
bisa menangis apalagi ketika ia sedang kecewa terhadapku. Ada lagi yang bisa
membuatku menangis, yaitu ketika wanita yang kupanggil ‘mama’ juga tengah
menangis, entah karena sedang menceritakan kisahnya yang tak menyenangkan
ataupun karena sedang tak kuat menahan sakit. Jarang sekali ia mengeluh. Namun,
tak jarang ia menangis karena sebab tertentu. Entah karena sedang kecewa atau
rindu dengan anak-anaknya. Atau setelah dibentak oleh suaminya yang memang
menderita hipertensi. Atau aku ingat sekali ketika ia meneteskan air matanya
karena melihatku lemas di klinik karena menderita gastritis akut yang membuatku
tak kuat menahan sakit kepala kausa gastritis akut tersebut.
Di
mataku, ibuku pandai melakukan apa pun. Mulai dari memasak, menjahit,
mengendarai sepeda motor, mengetahui obat dari beberapa penyakit beserta terapi
non medikamentosa (walaupun bukan dokter) hingga memperbaiki alat-alat rumah
tangga, alat elektrik, bahkan alat otomotif sederhana.
Aku rasa,
hampir semua ibu melakukan hal yang hebat terutama untuk anak-anaknya. Dan
ibuku lah yang kurasa paling hebat. Pernah suatu kali aku sedang mengadakan
perjalanan ke suatu daerah di Jakarta Selatan dengan menggunakan bus kota yang
banyak mengeluarkan asap polusinya. Asap polusi dari bus umum yang kutumpangi
tersebut bukan satu-satunya yang keluar dari knalpot, karena hampir semua bus
di Jakarta dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Di ujung persimpangan jalan di
daerah ulujami aku melihat seorang ibu setengah baya tengah menggendong anak
balitanya dengan kain batik. Setelah bus yang aku tumpangi melewati pasangan
ibu dan anak tersebut dengan asapnya yang pekat, sang ibu tak berrespon menutup
hidungnya untuk mencegah asap masuk ke cavum nasi (rongga hidung).
Namun,
mungkin karena aku belum pernah merasakan menjadi seorang ibu, tak kusangka
sang ibu tersebut tak melindungi tractus respiratorius (saluran pernapasan)nya
karena kedua tangannya digunakan untuk melindungi buah hatinya itu. Tangan
kirinya mengibas agar asap tak berani mendekati sang anak, sedang tangan
kanannya bertugas sebagai masker yang menutupi hidung beserta mulut anak
laki-laki yang digendongnya. Sungguh pemandangan bagus yang natural. Mungkin
bila ada lomba fotografi, dan ada yang mengambil gambar tersebut, orang
tersebut pasti akan menang atau terkenal. Seperti karya fotografi terkenal dari
Kevin Carter yang mengambil foto anak kelaparan yang kematiannya sudah
dinantikan burung pemakan bangkai di Sudan. Ibu dan anak tersebut tak hanya
menampilkan naturalnya, tetapi juga memberikan efek kasih sayang seorang ibu
untuk buah hatinya.
Banyak
lagi kisah menarik antara ibu dan anak di dunia ini yang mengharukan. Salah
satunya ketika kejadian bencana tornado yang menewaskan seorang ibu karena
rumahnya ikut tersapu oleh kejamnya tornado. Namun, kejadian di Florida itu
sungguh menunjukkan perjuangan ibu agar anaknya tetap dapat hidup. Berikut
artikel yang menceritakan kisah mereka.
TEMPO.CO, Florida - Seorang balita di Florida, Amerika
Serikat, secara ajaib ditemukan dalam keadaan hidup dalam pelukan ibunya.
Mereka diketahui terlempar sekitar 60 meter dari rumah mereka yang hancur
setelah tornado menerjang.
Fox News melaporkan sang ibu, Heather
Town, 32 tahun, ditemukan tewas. Ia terlempar ke semak-semak di daerah berhutan
setelah tornado menghantam rumah mobilnya dan membuatnya hancur tak berbentuk.
Para tetangganya mampu menemukan Town setelah mereka mendengar Annemarie,
anaknya yang berusia tiga tahun, menangis.
"Ketika mereka menemukannya, ia
benar-benar memeluk gadis kecilnya," kata saksi mata, Kim Bass.
"Mereka mengambil anak kecil darinya karena sang anak mengalami kesulitan
bernafas."
Town, ibu dari tiga anak, dinyatakan
meninggal di lokasi kejadian. Ayahnya, Elmer Town, mengatakan sang cucu,
Annemarie, dalam kondisi stabil dengan tulang rusuk dan tulang panggul patah.
Dia mengatakan tindakan terakhir putrinya menunjukkan betapa dia mencintai
anak-anaknya.
"Kami tahu dia memegangi anaknya
dan menyelamatkan hidupnya dan itu tipe dia," kata Elmer Town.
Crystal Town mengatakan adiknya
adalah seorang wanita pemberani. "Dia mencintai anak-anaknya lebih dari
segalanya," katanya.
Rumah mobil Heather Town hancur oleh
tornado. Kantor sheriff Highlands County mengatakan kepada Associated Press
bahwa tornado bergerak melalui daerah tenggara dari Tampa, merusak apa saja
yang dilewatinya.
Sungguh,
sesosok ibu di dunia adalah sebagai malaikat yang melindungi anaknya.
Penulis :
Aisyah Nurul Sarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar