Serangan Gangguan Jin di Asrama
Sudah hampir setahun aku mendiami asrama putri yang beralamat di Cirendeu, Tangerang Selatan. Asrama ini dibangun dengan lima tingkat dengan didiami berbagai mahasiswi dari berbagai fakultas di universitas yang dibangun oleh tokoh KH.Ahmad Dahlan. Sebenarnya asrama ini dikhususkan untuk mahasiswi kedokteran karena kepadatan jadwal yang harus dilalui. Namun, kini lantai dua hingga lantai empat saja yang didiami mahasiswi kedokteran, sedangkan lantai paling atas untuk umum.
Kejadian itu berkali-kali terjadi di asrama. Terutama lantai empat yang aku diami. Belum genap dua semester sudah empat orang yang dirasuki jin pengganggu. Hal itu sangat membuat was-was teman-teman termasuk juga aku. Gejalanya berbeda-beda mulai dari yang tak bisa tidur, mimpi buruk, tertawa tanpa sebab, menangis tiba-tiba, bahkan hingga teriak dengan suara melengking, keras, aneh dan bukan merupakan suara asli temanku. Penyebabnya pun berbeda-beda pula ada yang karena melamun, ada yang karena pacaran sampai larut malam dengan berduaan saja, atau ada yang tidur pada waktu-waktu seperti sore hari, ba'da maghrib namun sebelum adzan isya', atau setelah pergi ke danau depan laboratorium mikrobiologi, dan lain-lain.
Entah mengapa jin banyak mengganggu akhir-akhir ini. Malam hari aku menulis kisah ini adalah malam dimana dua orang teman seangkatanku dirasuki jin. Awalnya korban, sebut saja korban S, yang dirasuki itu masih berdua dengan kekasihnya, namun kemudian ia tiba-tiba berjalan lurus dan naik tangga menuju ke kamarnya yang sama-sama lantai empat denganku. Laki-laki yang bersamanya memandang aneh perempuan yang dipacarinya sejak SMA itu kemudian mengejar diikuti seorang teman laki-laki yang mengetahui keanehan. Security selain ingin mengamankan dua orang laki-laki yang memasuki asrama putri pun menyadari keanehan korban. Maka ketiga orang itu mengikuti hingga kamar korban. Sesampainya di kamar security mulai membantu mengeluarkan jin dari tubuh korban. Kamarku jauh dengan kamarnya, aku yang masih tertidur langsung terbangun dan bergegas ke kamarnya untuk sekedar membantu. Sudah banyak yang sigap membantu membantu membaca alQuran. Aku membacakan surah Al Baqarah, surah yang biasa digunakan untuk ruqyah mengusir jin. Setelah korban semakin sadar, security membawanya turun asrama entah untuk dibawa ke mana. Selama masih diganggu jin, temanku yang juga seangkatan yang belum genap sebulan dirasuki jin, sebut saja korban O, merasa seperti diajak berbincang oleh jin pengganggu korban S. Dan akhirnya kembali ia dirasuki jin tetapi tidak sampai teriak-teriak hanya tak bisa beranjak bergerak dari tempat awal ia berdiri.
Sebelum ini belum genap seminggu terdapat jin juga yang merasuki temanku yang kamarnya berseberangan dengan aku. Sebabnya setelah ia, sebut saja korban W, melaksanakan shalat maghrib ia tidur, setelah dibangunkan teman sekamarnya ia justru tertawa dengan suara bukan asli. Mengetahui keanehan tersebut kemudian teman sekamar korban memanggil teman kamar lain. kemudian selanjutnya ditangani security yang sedang bertugas. Sesekali korban teriak. Setelah sudah mulai sadar, dan korban sudah berkata bahwa jin sudah keluar kepada security kami mulai tenang. Namun, itu hanya tipuan. Karena setelah orang-orang sudah mulai berhenti membaca alQuran dan security sudah turun asrama, kembali korban tertawa aneh. Kejadian seperti ini sangat persis dengan mimpi korban dan salah satu teman sekamar korban. Sungguh mimpi buruk yang menjadi real. Gangguan itu menimpa korban W hingga seminggu dan kembali jatuh korban yaitu korban S dan O malam ini.
Kisah korban O pun karena setelah berdua saja dengan pacarnya malam hari hingga terlalu larut. Sekitar pukul 01.00 dini hari ia masih dimasuki jin pengganggu. Setelah sakit karena pertolongan ditekan-tekan ibu jari kaki dan tangan, korban lemas hingga dirawat di salah satu rumah sakit swasta daerah ciputat.
Selain korban-korban di atas, ada lagi korban F yang aku tak begitu jelas cerita dan sebabnya. yang pasti jin itu menipu kembali, setelah ia meyakinkan penolong bahwa ia sembuh, namun ketika ia pulang ke rumahnya, ia kembali menampilkan tanda-tanda kesurupan jin.
penulis : Aisyah Nurul Sarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar