Sabtu, 07 April 2012

Praktikum Anatomi Perdana???

Hari itu aku dan teman seangkatanku sedang menjalani sistem muskuloskeletal. Salah satu sistem kedokteran yang mempelajari tentang alat gerak manusia seperti otot (musculus), tulang dan sendi (sceleton). Dari sistem muskulo ini sudah banyak kami mendapat teori, kemampuan lab, dan juga praktikum. Salah satu praktikum yang dipelajari adalah praktikum anatomi yang mempelajari struktur dalam tubuh manusia. Praktikum anatomi ini perdana selama dua semester aku kuliah dan melewati empat sistem besar pada semester satu dulu. Apa sih yang membuat aku menceritakan praktikum ini?

Sudah jelas, namanya saja mempelajari struktur dalam tubuh manusia. Maka otomatis objek praktikumnya harus, kudu, wajib, mesti manusia. hmmm, lebih tepatnya mantan manusia alias cadaver. Lho kok harus mengorbankan tubuh manusia yang sudah meninggal ya??
Yaiyalah, jelas-jelas kami ini sekolah kedokteran, risikonya nyawa manusia kalau sudah bekerja sebagai dokter. Nah, kalau kita tidak melihat langsung seperti apa sih struktur dalam yang asli pada manusia, bagaimana mungkin kita bisa tepat mendiagnosis penyakit orang, apalagi operasi bedah. Jadi kami mengucapkan thanks a lot buat para cadaver yang tubuhnya masih berguna walaupun sudah meninggal.

Balik lagi ke praktikum perdana ini, apa sih yang menarik, kocak, menyeramkan, buat penasaran, dll?? Sebenarnya kami angkatan 2011 bukan perdana juga bertemu para cadaver karena waktu OSPEK kami diuji mentalnya untuk menghapalkan beberapa nama bagian anatomi cadaver pada tengah malam. Kebayang donk bagaimana bikin deg-degan. Tapi sebelum ke praktikum perdana, aku jadi mau cerita waktu MASTAMA (Masa Taaruf Mahasiswa), sebutan OSPEK buat di kampusku. Iya jadi waktu itu sekitar pukul satu dini hari, seratusan mahasiswa yang sengaja diinapkan untuk jurit malam itu semua dibangunkan oleh kakak-kakak senior. Kebayang sendiri lah bagaimana paniknya para mahasiswa junior yang harus cepat siap-siap dengan waktu tidur hanya 3 jam. Kok panik?? Yaiyalah namanya juga ospek, melatih mental, pasti para seniornya banyak marah-marah. Aku dan teman-teman yang baru bangun tidur kemudian panik mencari sepatu karena kakak senior sudah marah-marah dan meminta kami berkumpul di ruang aula. Yang mengesalkan itu lampu ruang tidur kami sengaja dimatikan oleh senior. Junior putri yang berjumlah seratus-an itu berdesak-desakan mencari sepatu masing-masing. Alhamdulillah sepatu sebelah kananku sudah ketemu. tapi karena gelap plus berdesak-desakkan plus buru-buru juga. Alhasil, aku hanya memakai sepatu sebelah waktu kumpul di aula.......
to be continue..

penulis : Aisyah Nurul Sarah